Vexia Reziella sangat menyukai biola. Dia bercita-cita menjadi pemain biola hebat dan terkenal, seperti kakeknya. Namun, ayahnya menolak keinginan itu. Beliau tega merampas dan melarangnya bermain biola lagi. Aha, Vexia tidak menyerah! Klub biola menjadi jalan terbaik baginya untuk menggapai cita-cita. Dia pun mengikuti klub itu secara sembunyi-sembunyi. Namun, salah seorang sahabatnya malah…
Tinggal di asrama?Violet ingin protes,karena Dad memasukkannya ke The World of School.Tapi,Violet juga tak mau ikut Dad dan Mom ke Belanda.Mau tak mau Violet harus menurut.Awalnya semua baik-baik saja.Teman barunya menyambutnya dengan hangat.Bahkan,tak lama mereka memutuskan untuk bersahabat.Violet bersama Kyu,Shen,Fasfie,ditambah Saskia bergabung dan menamakan kelompok mereka The Star Girl. Sa…
Yati Gendut mulai mencium bau kutukan di beranda rumah.Ia menjelaskannya kepada Marjiin,suaminya.Baunya mengandung sedikit amis ikan mati yang sudah berumur tiga hari,karat besi dean aroma cacing gelas yang kepanasan.Porsi terbanyak adalah aroma kenanga dicampur mawar.Marjiin tidak peduli.Ia memilih tidur lagi.Yati Gendut sampai harus menyeretnya turun dari atas ranjang agar nmencium sendiri ba…
Cerita diawali dengan gadis penurut dan penyabar,yang mengidam-idamkan bangku klas 1 SD.Ia selalu termenung di depan gerbang, menunggu dagangannya laku dan terjual habis. Karima,Kiki,Putra dan Karin adalah segelintir anak yang merasa iba ketika melihat wajah kecil tersebut.Mereka selalu mempertanyakan di mana rumah Bunga,tetapi Bunga kecil hanya menggeleng dan menutup wajahnya dengan seutas da…
Wisnu dan Karang bersahabat. Pantai yang berpasir putih menjadi saksi persabatan keduanya.Mereka saling menyayangi. Setiap kali Wisnu berkeluh kesah,Karang selalu menghiburnya.Begitu pula saat Wisnu bercerita tentang kegembiraan yang didapatnya,Karang ikut merasa bahagia. Tapi, telah lebih dari tiga hari Wisnu tidak mengunjungi Karang.Dia menghilang.Karang merasa sedih.Wisnu ke mana ya? Apakah…
Laudya dan Nerissa adalah dua orang sahabat. Mereka bersekolah di sekolah yang sama. Hampir setiap hari mereka bermain di lapangan Horizon. Bahkan, mereka juga mengerjakan PR di sana. Hingga suatu hari, selesai mengerjakan PR matematika, Nerissa mengatakan sesuatu yang membuat Laudya bingung. “Sampai jumpa pecan depan!” kata Nerissa. Padahal, besok bukan hari libur, lho. Mereka harus sekolah.
Gusraaakkk ...! Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh di rerumputan yang tidak jauh dariku. Aku kaget. ”Jangan-jangan, ada alien yang jatuh dari angkasa?” pikirku ngelantur. Hihihi ... kayaknya nggak mungkin, deh! Tapi, entah kenapa, tak ada orang yang mendengarnya ataupun berjalan ke arah suara itu. Aku bergegas turun dari ayunan dan berjalan ke arah rerumputan. Aku berusaha mencari benda …