Adolof Hitler mulai menancapkan taringnya dengan ide-ide super gila. Dalam kerangka sejarah sebagai catatan pertarungan ras-ras manusia, ia meyakini bahwa ras Arya-Jerman adalah pemimpin dunia. Ras rendahan - bangsa Yahudi dan Slavia harus dilenyapkan. Pada titik itu mulai digelar teror "Labensraum" (konsep ruang hidup) dalam bentuk - bentuk ekspansi Jerman ke penjuru dunia.
Kehidupan Nabi Muhammad memberikan contoh kegiatan, dan pesannya merupakan suatu tuntunan bagi ummat manusia.
Buku ini secara komplet membeberkan cara mengelola sebuah peternakan ayam broiler secara benar sehingga tdk bakal tumbang di tengah jalan. Di dalamnya dibahas mengenai cara mengelola tenaga kerja, cara memelihara secara benar sehingga performa ayam mjd baik, cara menanggulang penyakit, dan cara membuat analisis usaha agar tdk rugi.
Selama ribuan tahun, Jerusalem merupakan kota ziarah agama samawi: Yudaisme, Kristen, dan Islam. Mereka berziarah ke Tembok Ratapan, Gereja Makam Kristus, Masjid Al Aqsha. Tetapi pada saat bersamaan, kesucian kota Jerusalem dirobek berbagai konflik yang tak kunjung selesai antara Israel dan Palestina.
Tradisi berpetualang dalam pencarian diri dan Tuhan pernah dialami Muhammad saw. Dia melakukan pencariannya dengan dunia mikro, yakni melakukan meditasi (tahannus) di gua Hira' sebgai bentuk manifestasi pencarian Dzat Tuhan.
Maluku utara memiliki perjalanan sejarah yg cukup penjang dlm khasanah sejarah Indonesia. Dalam meluskikan kondisi sosial ekonomi dan politik di Kedultanan Ternate dlm kurun waktu 1866-1942, tdk hanya penggambaran scr kronologis saja, akan tetapi diperlukan suatu penggambaran sejarah yg bersifat kompleks yg dapat diperoleh dg menggunakan suatu pendekatan ilmu sosial.
Buku ini bertujuan utk memahami bagaimana posmodernisme muncul dan menjadi image budaya yg sangat kuat dan berpengaruh.
Buku ini berisi studi ttg sejarah politik Sumbar sejak periode akhir penjajahan sampai masa kini, dg fokus pd proses dan kadar kesungguhan orang minangkabau berinteraksi ke dalam negara Indonesia kontemporer.
Buku ini menarik untuk dibaca. Penulis nukan hanya berbicara tentang peran profetis negara secara umum, namun juga menjelajah ke berbagai persoalan yang terjadi di negara ini. Penulis dengan fasih berbicara tentang masalah kebangsaan, kemiskinan, demokrasi, otonomi daerah, kinerja dewan, intelijen, masalah BBM, transportasi dan bahkan juga mengenai kinerja kabinet saat ini.
Buku ini merupakan buku kumpulan ke-4 kumpulan kolom Umar Kayam dlm harian KR. Dalam edisi baru ini ditambahkan 14 kolom yg dibuat sebelum Kayam meninggal dunia.