Buku ini merekam sebagian kisah hidup Adityawarman abad XXI. Bukan untuk dikisahkan, tetapi guna menjadi renungan bahwa karir dan garis tangan tidak mengalir seperti air. Ia bukan pencitraan, tetapi trust dan komitmen.
Perjalanan selalu membawa kenangan, dan hasil suatu perjalanan seharusnya adalah perubahan. Itu yang saya niatkan ketika beberapa tahun yang telah lampau, melalui perjalanan jauh ke negeri orang.
Natta percaya, dengan mengalahkan rasa cintanya kepada manusia maka suatu saat ia akan mendapat cinta yang lebih besar dari-Nya. Begitu pun dengan Wardah, yang meyakini kalau Sang Pemilik Cinta telah menyiapkan seorang yang akan mencintainya dengan tulus dan atas rida-Nya.
Belajar bagaimana pentingnya menjadi diri sendiri dari Rinni Wulandari. Terus belajar dan memperbarui diri seperti Hendy Setiono. Membangun Relasi dan Kerja tuntas seperti Sandiaga Uno.
Kamus ini terbit pertama kali dengan aksara Jawa pada tahun 1879, dan dicetak ulang pada tahun 1928. Reproduksi dalam bentuk fotoprint diedarkan pada tahun 1984; sedangkan kamus yang sekarang ini merupakan transiliterasi dari kamus aslinya.