Malapetaka sedang menyelimuti Xing Tian, serangan dari luar dan dalam membuat Xing Tian harus ekstra kras mempertahankan Persekutuan Bumi Langit. Hati Baja cs. Menyerbu Mabes Persekutuan Bumi Langit secara frontal, memporak-porandakan Persekutuan Bumi Langit. Pertarungan sengit antara 2 kubu tak terelakkan lagi, membasuh Mabes Persekutuan Bumi Langit.
Hario Kecik’s diary is without peer in Indonesian literature as a portrait of talented and brave young revolutionaries during the first days of the Republic which followed a brutal Japanese occupation and finally led to the November 1945 Battle for Surabaya, the longest, bloodiest and most decisive warfare in the Republic’s history.