Laudya dan Nerissa adalah dua orang sahabat. Mereka bersekolah di sekolah yang sama. Hampir setiap hari mereka bermain di lapangan Horizon. Bahkan, mereka juga mengerjakan PR di sana. Hingga suatu hari, selesai mengerjakan PR matematika, Nerissa mengatakan sesuatu yang membuat Laudya bingung. “Sampai jumpa pecan depan!” kata Nerissa. Padahal, besok bukan hari libur, lho. Mereka harus sekolah.
Seramah dan sebaik hati apa pun casper, tetap saja orang-orang yang didekatinya merasa ketakutan setengah mati.
Okta mencoba mengingat-ingat mimpinya, namun tak bisa. Pandangan matanya yang istimewa melihat sosok di atas gedung apartemen di seberang.