Buku ini berisi kunci keberhasilan cinta Nabi Muhammad Saw sbg suami dambaan para istri, hingga rumah tangga kita menjelma surga di dunia.
Ketika Fatihah dihadapkan pd dua pilihan yg sangat dilematis, tdk ada jln lain baginya kecuali bersimpuh dihadapan Allah memohon jawaban yg terbaik untuknya. Fa tersentak oleh teriakannya sendiri, mimpi yg diyakini sbg ilham baginya ternyata tdk memberikan kepastian.
Hidayat Nur Wahid adl politisi rendah hati dg citra sangat bersih. Gelombang politik yg mengharu biru bangsa Indonesia kerap menyisakan rindu akan pemimpin yg bersahaja. Buku ini merekam sosok Hidayat Nur Wahid secara praktis.
Korupsi adalah akar dari semua masalah. Korupsi adalah kejahatan luar biasa. Koruptor adalah teroris sejati. Sama dengan tikus, koruptor harus diberantas.
Punya sahabat jelas perlu. Bergaul juga harus. Tapi, hati-hati memilih sahabat. Pintar-pintar menjalin pergaulan. Jangan sampai Anda celaka karena sahabat. Jangan sampai Anda terperosok dalam kemaksiatan atas nama pergaulan. Apalagi kalau sudash berkaitan dengan cinta. Pandai-pandailah Anda menjalaninya.
Di buku ini ada 60 Jendela. Yuk kita menyelam ke dalam ombak, berjalan-jalan di pantai, mengunjungi dermaga dan naik kapal pesiar. Buka jendelanya satu per satu sambil mempelajari apa saja yang ada dan terjadi di sekitar dan di dalam laut.
Kebudayaan yang sejati bukan terletak pada warna kulit, pada busanan atau tutur kata, juga bukan atas nama agama yang dianut; melainkan ada di lubuk hati. Kebudayaan yang sejati adalah akhlak dan keagungan jiwa (Nota Kartini-1903)
Buku ini menceritakan segala sesuatu yang ada di Hutan, baik tumbuhan, hewan maupun tempat-tempat mengasikkan di sana. Buka itu saja kita akan tahu nama-namanya dlam bahsa Inggris.
Buku ini disusun berdasarkan dialog dg tokoh filsafat dunia : Jurgen Habermas dan Jacques Derrida ttg bagaimana menghadapi bahaya2 yg menghancurkan ini. Baik Habermas maupun Derrida, mengimbau suatu tanggapan seluruh penghuni planet bumi yg melibatkan transisi dari hukum internasional klasik, yg msh berdasarkan model negara kebangsaan di abad ke-19, ke suatu tata dunia kosmopolitan baru.