Book
Bulan Sabit di Rotterdam
Zaida berangkat ke Belanda dengan membawa ‘luka’. Tapi, dia bertekad akan berjuang demi masa depannya. Di Belanda, Zaida belajar banyak hal yang membuatnya semakin dewasa. Dengan semangat dan kedewasaannya, Zaida berhasil membawa nama Indonesia dikenal di seantero kampus lewat acara “Cultural Night” ketika dia mengoordinasi teman-temannya untuk menari Saman.
Zaida pun akhirnya menemukan jodohnya ketika dia mengikuti pertemuan pelajar Indonesia dari seluruh penjuru dunia di Den Haag. Karena pertimbangan banyak hal, Zaida harus menikah dalam waktu kurang dari dua minggu ke depan, mumpung calon mertuanya sedang berkunjung ke Jerman. Dia bimbang bagaimana menikah dalam keadaan seperti itu, tanpa persiapan, jauh dari keluarga, dan harus menyelesaikan kuliah. Untung ada pamannya yang kebetulan bertugas di Italia. Akhirnya dia pun menikah di atas perahu di Sungai Maas, Rotterdam. Perahu itu milik Jansen yang dipinjamkan secara cuma-cuma sebagai ucapan terima kasih atas kebaikan hati Zaida
Tidak tersedia versi lain