Pargelaran wayang merupakan sumber ajaran moral yang tidak ada habisnya untuk digali bagi upaya menanggulangi krisis moral dan character building. Ajaran moral yang terkandung dalam wayang tidak hanya verupa wacana akan tetapi ditampilkan dalam praktek kehidupaN BERUPA SIKAP DAN PERILAKU.
Wayang dapat diumpamakan sebagai wadah jiwa, penokohannya melambangkan karakter manusia, sedangkan jagad pewayangan adalah dunia besarnya. Belajar wayang sama dengan mempelajari diri sendiri, sifat-sifat dasar manusia. Melalui kisah-kisah yang terjadi di antara tokoh-tokohnya kita dapat mempelajari serangkaian makna yang mengilhami perjalanan hidup seorang manusia.