Selalu ada saat ketika kita tidak sempat bertanya kepada sepasang kaki sendiri kenapa tidak mau berhenti sejak mengawali pengembaraan agar kita bisa memandang sekeliling dan bertahan semampu kita untuk tidak melepaskan air mata menjelma sungai tempat berlayar tukang perahu yang mungkin saja bisa memberi tahu kita, Ke sana, Saudara, ke sana. Selalu ada kapal yang mendadak bergoyang bahkan ketika…
Pangeran Cilik mendengar rumor bahwa bintang kesukaannya akan mati. Untuk mencari tahu kebenaran rumor tersebut, Pangeran Cilik meninggalkan rumahnya di asteroid B612 untuk menemui Profesor Park Chunji di padang pasir di Bumi. Namun ternyata, profesor Park Chunji ini hanyalah profesor rakus yang sok tahu. Asisten Profesor Park Chunji, yaitu Miho, yang merupakan titisan rubah ekor sembilan, mema…
Malapetaka sedang menyelimuti Xing Tian, serangan dari luar dan dalam membuat Xing Tian harus ekstra kras mempertahankan Persekutuan Bumi Langit. Hati Baja cs. Menyerbu Mabes Persekutuan Bumi Langit secara frontal, memporak-porandakan Persekutuan Bumi Langit. Pertarungan sengit antara 2 kubu tak terelakkan lagi, membasuh Mabes Persekutuan Bumi Langit.
Cerita Steven Sterk, seorang anak kecil seperti kebanyakan tapi bukan anak kecil biasa yang tinggal di big-lovejoy city. Ia adalah anak yang kuat bahkan luar biasa kuat. Kali ini Steven Sterk berpetualang memecahkan misteri boneka vodoo.
Cerita Steven Sterk, seorang anak kecil yang begitu baik dan sopan yang tingga di big-lovejoy city. Ia sama sekali bukanlah anak kecil biasa. Kali ini stven sterk akan mengikuti perlombaan besar atau balapan "Jalan Selatan" yang akan melintasi beberapa wilayah perbatasan. Mulai dari hamparan tanah lapang daerah sieras yang sepi, jalan pegunungan yang berliku atau jalan kecil pedesaan.
Cerita Steven Sterk, seorang anak kecil seperti kebanyakan tapi bukan anak kecil biasa yang tinggal di big-lovejoy city. Ia adalah anak yang kuat bahkan luar biasa kuat. Kali ini Steven Sterk ikut memecahkan kasus perampokan yang ada di kotanya.
Hario Kecik’s diary is without peer in Indonesian literature as a portrait of talented and brave young revolutionaries during the first days of the Republic which followed a brutal Japanese occupation and finally led to the November 1945 Battle for Surabaya, the longest, bloodiest and most decisive warfare in the Republic’s history.