Pagi itu, Ibu Dina membawa kabar sedih. Rumah Ari, teman sekelas Fahima, terbakar. Di sekolah, Ibu Guru menjelaskan apa yg perlu dilakukan agar kita bisa terhindar dari kebakaran.
Semua kini menoleh ke arah Rani, kemudian ke arah medali yang ada di tangannya. Medali itu terbuka! Di dalamnya ada kompas dengan jarum penunjuk.
Usaha penganekaragaman pangan diupayakan melalui pengembangan pangan lokal,baik mutu maupun keragamannya.
Fathin dan Dodi lupa jalan pulang, untung Fathin ingat pesan ayahnya apa yg hrs dilakukan bila tersesat di jalan. Fathin dan Dodi mencari pos Polisi untuk menanyakan jalan pulang.
Sore ini, Fahima, Aisyah, dan Linda akan berenang. Sebelum berenang, Kak Dina, mengajak mereka melakukan pemanasan etrlebih dahulu.
"Kang saya mau mengembalikan padi ini. Dulu Kang Narso bilang padi ini untuk nemenin saya pas di pondok. Sekarang saya sudah besar dan padi ini tidak bisa nemenin saya lagi." Yanti berhenti sesaat menarik napas yang sedikit tersesaki butiran air bening dari matanya.
Saat sedang di teras, lampu gantung bergoyang. Ternyata sedang ada gempa. Fahima, Fathin, Ayah, dan Ibu berlari keluar rumah. Ayah menjelaskan apa yg menyebabkan terjadinya gampa, dan apa yg harus dilakukan bila terjadi gempa.
Saat berangkat ke sekolah, Fahima, Fathin, dan ayah terjebak macet, rupanya jalanan banjir. Kemudian Ayah menjelaskan apa yg telah menyebabkan banjir, dan apa yg hrs dilakukan ketika banjir datang.