Peristiwa buruk yang dialami Wardah membuat Fatih merasa sangat bersalah pada kiai yang amat dicintai dan dihormatinya. Tapi, sang kiai menolak untuk menikahkan Wardah dengan Fatih karena janin di rahim Wardah bukanlah anak Fatih. Kata sang kiai,"Setiap orang berhak mencintai dan dicintai bukan karena keterpaksaan atau belas kasihan, tapi keikhlasan"
Tak setiap orang akan mampu tetap sebagai muslim dan muslimah yang teguh iman dan cintanya kepada Allah Swt. di kala dia harus hidup berdampingan dengan lembah prostitusi yang penuh kemaksiatan, kejahatan, dan kekufuran.